Kamis, 30 Oktober 2014

Review: LG G3 "Simple for the New G"


LG sudah memperkenalkan flagship terbarunya, G3 ke pasar Indonesia. Dengan tagline ''Simple is the New Smart'', LG G3 merupakan ponsel yang mengutamakan simplisitas dalam penggunaannya, namun tetap canggih. Menggunakan layar IPS berukuran 5,5 inci, LG membawa resolusi sangat tinggi yakni Quad HD (2.560 x 1.440 piksel) sehingga menghasilkan kerapatan layar sebesar 538ppi. Hal besar lainnya dari LG G3 adalah Laser Autofocus. Dengan tembakan laser ke obyek, kecepatan autofokus diklaim lebih cepat daripada autofokus menggunakan mode Phase Detection. Tidak hanya itu, LG juga melengkapi G3 dengan spek ala ponsel flagship masa kini, seperti berikut ini:
  • Layar 5,5 inci IPS resolusi Quad HD (2560x1440 piksel), 538ppi
  • Chipset Snapdragon 801 quadcore dengan clock 2,5GHz
  • RAM 2GB/3GB, Storage 16GB/32GB, slot micro SD
  • Kamera 13MP dengan f/2.0, OIS+, Dual LED flash dan Laser Autofocus
  • kamera depan 2MP
  • Fitur bawaan melimpah, Smart Notice, Smart Security, Smart Keyboard, Knock Code
  • Baterai 3000mAh (removable)
  • Bluetooth 4.0 BLE, NFC, dan mendukung jaringan LTE Advanced.
Dijual dengan banderol Rp. 6499.000, alias harga yang sangat menarik untuk ukuran ponsel flagship yang saat ini bermain di atas Rp. 7 juta, apa kira-kira G3 sebagus yang digembar-gemborkan?
.
Impresi Desain dan Material
Dari segi desain, secara bentuk atau siluet, LG G3 mewarisi apa yang didapatkan dari G2, lengkap dengan tombol lock/power nyentrik di kover belakang. Desain tombol lock tersebut agak diubah, sehingga terlihat lebih menyatu dengan desain belakang LG G3. Bagian depan LG G3 dipermanis dengan sentuhan dual tone untuk warna, serta pola-pola melingkar di bagian bawah, yang dilapis lagi dengan bahan plastik



Kualitas Layar
LG G3 adalah smartphone pertama di Indonesia yang hadir dengan layar resolusi Quad HD. Bicara layar, Anda mungkin heran mengapa layar G3 mencapai 5,5 inci di kala flagship vendor lain hanya 5 dan 5,2 inci. Bukankan 5,5 inci sudah masuk dunia phablet, seperti Samsung Galaxy Note 2? Jawabannya adalah bezel super ramping, tren yang dimulai LG sejak Optimus G Pro dan LG G2. 76,4 persen dari bagian depan G3 dialokasikan untuk layar, sehingga rasio layar ke bodinya paling besar dibanding smartphone lain, bahkan LG G2 sendiri. Anda bisa melihat di foto, ukuran Sony Xperia Z2 dan LG G3 kurang lebih sama, bahkan G3 terlihat lebih pendek karena sudut melengkung di bagian atas dan bawahnya. Padahal layar G3 berukuran 5,5 inci, sementara Xperia Z2 hanya 5,2 inci. Perbedaan 0,3 inci seharusnya cukup signifikan, tapi toh layar 5,5 inci yang biasa digunakan phablet ini tidak membuat LG G3 menjadi sebuah phablet yang besar. Penggunaan satu tangan masih dimungkinkan, meskipun untuk mengetik tentunya lain soal.
.
Itu baru urusan lebar layar, bagaimana dengan kualitasnya, mengingat layar QuadHD merupakan salah satu jualan utama LG G3? Jika pada layar 720p ke Full HD perbedaannya ketajamannya tidak signifikan namun tetap bisa dirasakan, maka untuk layar 2K alias Quad HD, jujur saja, kami tidak merasakan perbedaan yang signifikan dengan layar 1080p dari tingkat ketajaman. Meskipun demikian kami membandingkannya dengan layar 1080p pada bidang yang lebih kecil dari G3, yakni 5,2 inci pada Xperia Z2. Jadi kalau dibandingkan phablet 5,5 inci ke atas dengan resolusi Full HD, mungkin perbedaan ketajamannya akan terasa.
.
Yang pasti, seperti biasa smartphone flagship dari LG selalu dilengkapi layar IPS yang berkualitas tinggi. Baik itu dari segi ketajaman, sudut penglihatan kecerahan, kontras dan tingkat warna hitam, semuanya ok. Layarnya sendiri berkarakteristik warm dan natural seperti halnya layar IPS di kebanyakan smartphone LG. Meski karakternya natural, tapi tetap vibrant dan mengasyikkan untuk dipandangi. Satu lagi karakteristik layar LG, tepatnya G2, yang terbawa ke LG G3 adalah tingkat ketajaman layar yang terasa sedikit berlebihan. Bukan karena pikselnya memang lebih rapat, tapi tingkat sharpness-nya sepertinya memang dipertinggi lagi, terlihat pada huruf-huruf kecil yang terlihat tajam. Bagaimanapun hal ini tidak terlalu mengganggu, justru mungkin rata-rata pengguna akan lebih senang dengan hal ini, karena membaca teks jadi lebih nyaman.

Kamera dan Perekam Video
Pada bagian kamera, seperti tren saat ini LG mengunggulkan kamera depannya untuk foto Selfie, dilengkapi dengan kamera depan 2.1MP dan disematkan bukaan besar f/2.0, serta fitur cerdas untuk bernarsis ria. Misalkan fitur mengepalkan tangan untuk mengaktifkan timer. Rentangkan 5 jari Anda, lalu kepalkan, maka secara otomatis timer akan menyala, lebih lengkapnya lihat di video. Lainnya adalah membuat wajah Anda lebih terang dengan menyalakan layar saat sedang selfie.
.
Untuk kamera belakang tentu LG juga tidak main-main. Resolusi kamera utama tetap 13 Megapiksel dengan bukaan f/2.4, namun beberapa fitur diperbaiki, misalnya Dual LED flash, serta OIS+ yang diklaim 20 persen lebih stabil dibanding OIS pada LG G2. Namun yang paling inovatif adalah Laser Autofocus. Dengan tembakan laser ke obyek, kecepatan autofokus diklaim lebih cepat daripada autofokus menggunakan mode Phase Detection. Di sini, kembali tema Simpel pada G3 dipertegas. Untuk memotret obyek, cukup sentuh obyek pada layar saja. Autofokus dengan laser saking cepatnya akan membuat foto langsung terpotret sesaat setelah layar disentuh, tidak usah menunggu kamera mencari-cari fokus. Saat dicoba, memang dengan metode ini pemotretan menjadi lebih cepat daripada ponsel pada umumnya. OIS+ (Optical Image Stabilization +) sendiri terasa sangat membantu ketika Anda dalam kondisi memotret dengan satu tangan

Hasil kamera cukup bagus, terutama mode HDR-nya imbang antara bagian bayangan dan sumber cahaya, serta tetap natural, tidak seperti HDR pada ponsel lain yang kadang terlalu natural, atau kadang malah tidak terasa. Namun kurangnya pengaturan seperti ISO cukup disayangkan, membatasi kreativitas Anda. Dalam ruangan noise tidak terlalu mengganggu, namun ini dikarenakan software mengolah foto secara otomatis dan mengurangi noise, sehingga detil dikorbankan, ada efek kuas. Silakan melihat galeri foto di bawah ini



Konektivitas
  • Quadband GSM / HSDPA
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n
  • Bluetooth v4.0 dengan A2DP
  • port MicroUSB
  • infrared
  • NFC
  • GPS dengan dukungan A-GPS
.
.
Web Browser
Ada dua aplikasi penjelajah web pada LG G3 yakni Internet dan Google Chrome. Ada sebuah fitur menarik di browser bawaan (Internet) yakni capture plus (menangkap dan menyimpan sebuah halaman dalam format gambar). Dalam membuka situs full dengan banyak konten seperti halaman Home milik TeknoUp kinerjanya cepat, hampir tidak ada waktu menunggu loading konten (asumsi internet yang digunakan cepat) dan smooth, baik ketika scrolling, pinch and zoom dan lain-lainnya. Fitur-fitur dan pengaturan yang ada tentu tidak kalah dengan ponsel lain, yakni: incognito window, Find, share, Bookmark, opsi untuk selalu membuka situs desktop, save untuk offline reading dan pengaturan tingkat kecerahan layar. Selain itu tentunya ada pengaturan standar yakni cache, cookies, form data, javascript, zoom, page content, aksesibilitas dan lain-lain.
Daya Tahan Baterai
  • Tes Screenshot: Dalam waktu 204 menit (3 jam 24 menit) baterai berkurang 56 persen.
  • Menonton Video: 1 jam pemutaran Video Full HD format .mkv, baterai berkurang 19 persen.

.
.
Kesimpulan
Konsep ''Simple is the new smart'' sangat kuat tertanam di LG G3. Dari antar muka, fitur kamera dan sebagainya. Tidak perlu diragukan lagi, G3 adalah salah satu smartphone yang terbaik saat ini. Memang masih ada beberapa kekurangan, tapi kelebihannya pun belum dimiliki vendor lain untuk saat ini, seperti misalnya layar 2K. Juga jangan lupa, meskipun masuk kelas flagship, LG membanderol G3 dengan harga di bawah Rp. 7 juta, di mana vendor lain sudah mencapai kepala 8 atau malah 9 juta lebih. Dengan demikian kami bisa menyatakan bahwa LG G3 adalah Best Value untuk smartphone Android jenis flagship, untuk saat ini.
.
Kelebihan
  • Desain relatif elegan dan bahan yang digunakan terasa tidak murahan
  • Layar super besar 5,5 inci dengan bezel super tipis
  • Layar resolusi Quad HD 2560x1440 piksel
  • Kamera 13MP dengan OIS+
  • Perekaman video 4K
  • Fitur-fitur inovatif seperti Knock Code
  • Baterai removable
  • Ada slot micro SD
.
Kekurangan
  • Performa kurang stabil
  • Posisi tombol lock di belakang akan terasa aneh bagi sebagian pengguna
  • Beberapa pesaing sudah menggunakan RAM 3GB
.
.
Parameter Penilaian
  • Desain: 9.0
  • Kualitas: 8.5
  • Fitur: 9.0
  • Performa: 9.0
  • Baterai: 8.5
  • Harga: 9.5
Nilai Keseluruhan:8,917-> 8,9


Tidak ada komentar:

Posting Komentar